Assalamualaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan ini, saya ingin sedikit menceritakan suka duka beberapa moment kehidupan kami yang merupakan seorang praja dan perbedaan dengan mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi lainnya.
Kami praja yang hidup dalam lingkungan asrama yang kehidupannya sangat berbeda dengan para mahasiswa yang hidup ngekost dan bisa bebas untuk mengisi ramadhannya. Disini serba diatur, dari bangun tidur sampai tidur lagi dan tidak bisa bebas berekspresi dan mempunyai ruang lingkup hanya sampai gerbang dan pagar kampus.
Sedangkan para mahasiswa bisa bebas berekspresi dan ruang lingkupnya sangat luas, seluas bensin yang ada di motor.
Kita mulai dari bangun sahur, kalo mahasiswa, pasti dibangunin pacarnya.
Pada kesempatan ini, saya ingin sedikit menceritakan suka duka beberapa moment kehidupan kami yang merupakan seorang praja dan perbedaan dengan mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi lainnya.
Kami praja yang hidup dalam lingkungan asrama yang kehidupannya sangat berbeda dengan para mahasiswa yang hidup ngekost dan bisa bebas untuk mengisi ramadhannya. Disini serba diatur, dari bangun tidur sampai tidur lagi dan tidak bisa bebas berekspresi dan mempunyai ruang lingkup hanya sampai gerbang dan pagar kampus.
Kita mulai dari bangun sahur, kalo mahasiswa, pasti dibangunin pacarnya.
"Halo Sayang, bangunnn... Makan sahur sana... Ntar kalo gak sahur gak kuat puasa hari ini..."
"Bangun!!! Bangun!!! Cepat Bangun!!! Saatnya Makan Sahur, kalo kalian telat tanggung sendiri resikonya!!!" Sambil gedor-gedor pintu kamar dan jendela.
Kalo mahasiswa yang udah dibangunin pacar terus tidur lagi pasti ceweknya tahu dan nelpon lagi.
"Halo sayang... pasti tidur lagi ya? Makan sahur cepetan. udah mau imsak nih..."
"Byurrrr"Besok berharap cerah dan jemurin kasur.
Kemudian kami praja IPDN pergi ke Menza (ruangan makan) dengan pakaian yang ditentukan untuk melakukan upacara makan sahur yang disana cukup untuk menampung ratusan praja. Pas di menza, pasti baunya aneh-aneh. Mungkin karena gerakan mesti cepat untuk ke menza, terus anak-anak pada gak cuci muka, jadi bau iler semua. 
Kemudian persiapan upacara makan sahurnya di IPDN lumayan ribet, mesti duduk siap dulu, bupati dan pejabat praja masuk ke kursinya, bunyiin lonceng, doa baru makan. Jadi gak heran kalo banyak yang ketiduran di menza sebelum makan dan ada yang ketiduran sampai upacara makan selesai...
Dan setelah itu pergi melaksanakan sholat shubuh berjamaah di masjid yang terdapat dalam kampus. Dan setelah sholat shubuh biasanya kami melakukan SSB (Semir Setrika Brasso). Dimana doktrin yang tertanam tu adalah...


Sehingga tidak heran kalo semua praja IPDN tu sepatunya bisa dipakai buat berkaca, atributnya menyilaukan mata dan pakaiannya begitu rapi dan listnya begitu tajam ditambah dengan bentuk badan yang atletis menambah gagahnya seorang praja.
Setelah itu melakukan kegiatan mandiri seperti mandi, ngerapiin kamar dll dan persiapan melakukan upacara bendera kalo senin, dan apel pagi kalo hari biasa-biasanya. Kemudian setelah itu kegiatan selanjutnya tergantung kebijakan atasan, dapat berupa kerohanian di masjid, kegiatan pembersihan di wisma, seminar, ataupun free sampai dengan siangnya dikarenakan seluruh perkuliahan di semester ini telah diselesaikan.
Kemudian setelah sholat zuhur dilanjutkan dengan kegiatan pengkaderan GAP(Gita Abdi Praja) atau istilah umumnya dikenal dengan marching band. Kegiatannya lumayan menguras tenaga dimana lari-lari dengan menggunakan sepatu dan pakaian PDL sampai dengan sore harinya. Dan doktrin yang tertanam adalah...


Kemudian sore harinya, mahasiswa melakukaan ngabuburit seperti...



Kemudian persiapan upacara makan sahurnya di IPDN lumayan ribet, mesti duduk siap dulu, bupati dan pejabat praja masuk ke kursinya, bunyiin lonceng, doa baru makan. Jadi gak heran kalo banyak yang ketiduran di menza sebelum makan dan ada yang ketiduran sampai upacara makan selesai...
Dan setelah itu pergi melaksanakan sholat shubuh berjamaah di masjid yang terdapat dalam kampus. Dan setelah sholat shubuh biasanya kami melakukan SSB (Semir Setrika Brasso). Dimana doktrin yang tertanam tu adalah...
"Penampilan bukanlah yang utama, tetapi yang pertama kali dilihat."
Setelah itu melakukan kegiatan mandiri seperti mandi, ngerapiin kamar dll dan persiapan melakukan upacara bendera kalo senin, dan apel pagi kalo hari biasa-biasanya. Kemudian setelah itu kegiatan selanjutnya tergantung kebijakan atasan, dapat berupa kerohanian di masjid, kegiatan pembersihan di wisma, seminar, ataupun free sampai dengan siangnya dikarenakan seluruh perkuliahan di semester ini telah diselesaikan.
Kemudian setelah sholat zuhur dilanjutkan dengan kegiatan pengkaderan GAP(Gita Abdi Praja) atau istilah umumnya dikenal dengan marching band. Kegiatannya lumayan menguras tenaga dimana lari-lari dengan menggunakan sepatu dan pakaian PDL sampai dengan sore harinya. Dan doktrin yang tertanam adalah...
"Puasa jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dan tidak mengikuti kegiatan apapun serta memperlambat gerakan kita."
- JJS (Jalan-jalan Sore) dengan pacar
- Beli takjilan
- Nongkrong di alun-alun
- Ngabisin bensin
- dll terserah dengan keinginan
- Lari sore di lapangan kampus
- Ngangkat barbel di kamar
- Nonton di kamar
- dll yang ruang lingkup sangat terbatas
Jadi terkadang, kenaikan BBM tu tidak berpengaruh dengan kami, secara kendaraan yang paling sering kami pakai itu adalah kaki baja kami yang sudah terbukti pernah berjalan kaki sejauh 40an kilo dari kampus ke puncak lawang ketika pembaretan. Sehingga tidak heran kalo praja putri disini mempunyai betis kesebelasan mirip pemaen bola.
Kemudian Menza memberikan takjilan berupa es buah/kolak/makanan ringan lainnya ke kamar masing-masing untuk berbuka puasa. Setelah sholat maghrib kami pergi menuju menza untuk melaksanakan upacara makan malam. Setelah makan malam, kami melaksanakan ibadah sholat isya dan tarawih berjamaah di masjid. Kemudian setelah sholat tarawih kami melaksanakan apel malam den kembali ke asrama masing-masing dan tidur indah. 
Begitulah sedikit cerita yang selalu dialami kami selama menjalani Ramadhan di kampus. Dan walaupun demikian, ada kelebihan dari kehidupan praja dibandingkan dengan mahasiswa seperti...



Dan begitulah menurut pandangan saya perbedaan antara kehidupan mahasiswa dan praja selama Bulan Ramadhan. Karena saya tahu dan pernah menjadi mahasiswa anak kost dan sekarang menjadi seorang praja IPDN
Disini saya pribadi ingin memberikan Tips Ramadhan ala Praja IPDN bagi para pengunjung di Lazada.co.id . Dan dari cerita di atas, 3 hal yang dibentuk dalam kehidupan praja IPDN dan mungkin bisa diterapkan juga oleh teman-teman, yaitu...
Begitulah sedikit cerita yang selalu dialami kami selama menjalani Ramadhan di kampus. Dan walaupun demikian, ada kelebihan dari kehidupan praja dibandingkan dengan mahasiswa seperti...
Kalo mahasiswa...
Bangun lebih pagi buat masak atau beli makanan sahur dan kalo males paling makan energen aja buat sahur.
Kalo praja...
Gak susah-susah lagi mikirin makanan buat sahur, karena semuanya sudah disediakan.
Kalo mahasiswa...
Terkadang ibadah bolong-bolong karena sibuk dengan kebebasan yang ada.
Kalo praja...
Insyaallah ibadah rajin, walaupun ada yang terpaksa karena peraturan. Tapi lebih baik dipaksa melakukan kebaikan daripada tidak sama sekali.
Kalo mahasiswa...
Terkadang makan ayam/daging tu cuma di awal bulan, kemudian di akhir bulan makan mie instant atau pun energen.
Kalo praja...
Udah bosen makan ayam/daging. Soalnya tiap hari pasti selalu makan salah satu dari menu itu.
DllDan begitulah menurut pandangan saya perbedaan antara kehidupan mahasiswa dan praja selama Bulan Ramadhan. Karena saya tahu dan pernah menjadi mahasiswa anak kost dan sekarang menjadi seorang praja IPDN
Disini saya pribadi ingin memberikan Tips Ramadhan ala Praja IPDN bagi para pengunjung di Lazada.co.id . Dan dari cerita di atas, 3 hal yang dibentuk dalam kehidupan praja IPDN dan mungkin bisa diterapkan juga oleh teman-teman, yaitu...
"PENYEIMBANGAN ANTARA
OTAK, OTOT, DAN IMAN"
Dimana di bulan Ramadhan ini.
- kita bisa memperkaya isi otak kita dengan mengikuti pembelajaran, seminar dan kegiatan yang dapat menambah isi otak kita.
- Ditambah dengan olahraga rutin yang bisa dilakukan di indoor ataupun outdoor sehingga badan tetap fit, bugar dan atletis dan bukan jadi alasan untuk bermalas-malasan.
- Ditambah dengan penguatan iman kita kepada Allah SWT dengan selalu melakukan ibadah wajib ditambah dengan ibadah sunnah dan kegiatan kerohanian yang mempertebal khimadnya Ramadhan kita.
Wassalamualaikum Wr. Wb. Selamat menjalankan ibadah puasa.

mantap arikelnya gan. :D
BalasHapusSelamat Pagi, Belanja di Lazada memang menyenangkan dan aman, saya berhasil membeli kamera untuk acara lebaran kemaren :D
BalasHapusMohon maaf apa bisa bantu isi kuesioner penelitian saya tentang belanja online, kuesioner diisi secara online disini http://goo.gl/TtxTqf
Terima kasih banyak
keren :) salut :)
BalasHapus